Dalam
dekade tahun yang serba modern saat ini, kebudayaan khususnya kesenian mulai
mengendor utamanya dalam masalah aktivitas cipta, ide dan penggarapan kesenian.
Kebanyakan orang lebih kagum dengan teknologi dibandingkan kekayaan seni di
daerah mereka.
Dengan semakin canggihnya teknologi
mencerminkan semakin tingginya tingkat intelektual manusia saat ini. Arus
globalisasi yang menjadikan manusia bersifat konsumtif terhadap teknologi. Hal
tersebut tentu saja membawa dampak yang sangat besar terhadap perkembangan
kesenian khususnya pada masyarakat Bali. Perkembangan ini tidak saja membawa
pengaruh positif, tetapi juga membawa pengaruh yang negatif. Penyebabanya bukan
mutlak bersumber dari dunia kesenian, akan tetapi bersumber pada pengaruh
globalisasi yang terjadi pada dunia modern ini. Begitu gencarnya perkembangan
teknologi menyebabkan semua sendi kehidupan mengalami perubahan yang pesat
pula, termasuk kehidupan seni. Sehingga tidak mustahil lagi disana-sini tampak
perombakan atau kolaborasi yang bertujuan untuk memberi kepuasan bagi penikmat
seni yang telah terkontaminasi oleh pola hidup glamour. Sehingga para seniman
mau tak mau harus berpacu dengan perkembangan zaman yang sangat rentan untuk
berubah setiap saat. Para seniman juga tak mau kalah untuk mengasah kemampuan
mereka dalam menciptakan hasil karya baru yang lebih modern. Pada periode
perkembangan tersebut seolah-olah semua orang telah tergerus oleh gaya hidup
serba aneh dan unik, karena itulah yang dikehendaki oleh zaman ini.
Perubahan
yang berkepanjangan ini tentu saja akan berdampak sangat luas, sebagai bukti
banyak tercetak kader-kader atau seniman yang rentan berubah atau bersifat
pragmatis yang merupakan produk zaman perubahan. Bertitik tolak dari fenomena
yang terjadi saat ini, utamanya pada kehidupan berkesenian. Dari permasalahan
ini kita akan banyak tahu apa yang terjadi pada dunia seni Bali yang telah
tertata dengan apik dan sesuai dengan kultur ketimuran serta dibingkai oleh
norma-norma agama Hindu yang sangat kental. Dalam masyarakat Bali tak dapat
dipungkiri bahwa pada kenyataannya kesenian sakral kita sangat kuat mengakar
karena keterkaitannya sangat lekat dengan kehidupan keagamaan. Walaupun
perubahan yang terjadi hanya sebatas perilaku si seniman saja, namun perlu
diwaspadai bahwa perkembangan seni yang bebas suatu saat dapat saja merubah
cara pandang umat Hindu di Bali. Karena pada suatu saat tidak tertutup
kemungkinan seni sakral akan jarang dipentaskan pada upacara agama dengan
alasan dana, jenuh dan lain sebagainya. Hal itu akan sangat mengancam keajegan
seni sakral di Bali.
Untuk itu peran pemerintah dan masyarakat sangat
diharapkan dalam pelestarian seni sakral ini. Mengingat kandungan seni sakral
ini kaya dengan nilai estetika, filsafat/tatwa agama, dan sebagai pendidikan
pada masyarakat. Dengan pementasan seni sakral yang berkepanjangan diharapkan
membuka kesadaran masyarakat bahwa mereka sangat membutuhkan peran kesenian
sakral dalam kehidupannya. Kebiasaan inilah yang perlu diterapkan dalam usaha
menjaga seni sakral dari amukan zaman globalisasi ini, sehingga terhindar dari
kepunahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar