Halaman

Kamis, 27 Desember 2012

Lirik Lagu Tahta | Aku Masih Disini

Bungkamlah mulutku
Ketika kau tahu ku mulai banyak bicara
Tentang kita
Kau tau ku rindu 

Biarkan saja aku
Terus mengagumimu dan Simpan cerita
Tentangmu 

Kau jauh dariku

Biasanya sepi menemaniku
Takkan hilang sampai kau kembali ke sini


Reff:
Aku masih di sini
Aku menunggumu
Sampai kau kembali lagi
Tetap begini


Back to Reff
 

Bungkamlah mulutku
Ketika kau tahu ku mulai banyak bicara
Tentang kita
Kau tau ku rindu 

Biarkan saja aku
Terus mengagumimu dan miliki semua
Darimu kau jauh dariku


Biasanya sepi menemaniku
Takkan hilang sampai kau kembali ke sini


Back to reff

Minggu, 23 Desember 2012

Lirik Lagu Taken | One Direction + Terjemahan

Now that you can't have me
Karena kini kau tak bisa milikiku
You suddenly want me
Tiba-tiba kau inginkanku
Now that I'm with somebody else
Karena kini aku bersama orang lain
You tell me you love me
Kau bilang cinta padaku

I slept on your doorstep
Dulu kubela-bela tidur di depan pintu rumahmu
Begging for one chance
Memohon agar kau beri aku satu kesempatan
Now that I finally moved on
Kini setelah akhirnya bisa kulanjutkan hidupku
You say that you miss me all alone
Kau bilang sangat merindukanku

PRE-CHORUS
Who do you think you are
Kau kira siapa dirimu
Who do you think I am
Kau kira siapa diriku
You only loved to see me breaking
Kau hanya senang melihatku terluka
You only want me cause I'm taken
Kau inginkanku hanya karena aku tlah ada yang memiliki

CHORUS
You don't really want my heart
Kau tak benar-benar inginkan hatiku
No, you just like to know you can
Tidak, kau hanya senang saat kau tahu bisa melakukannya
You'll be the one who gets it breaking
Kau kan jadi orang yang hancurkan hatiku
You only want me when I'm taken
Kau hanya inginkanku saat aku tlah ada yang memiliki

You're messing with my head
Kau membuatku pusing kepala
Girl, that's what you do best
Non, hanya itulah yang bisa kau lakukan
Saying there's nothing you won't do
Saat kau bilang semuanya kan kau lakukan
To get me to say yes
Agar aku mau menerimamu

You're impossible to resist
Kau memang sulit ditolak
But I wouldn't bet your heart on it
Tapi aku takkan mau bertaruh dengan hatimu
It's like I'm finally awake
Rasanya akhirnya aku tersadar
And you're just a beautiful mistake
Dan engkau hanyalah kesalahan yang indah

PRE-CHORUS
CHORUS

Thank you for showing me
Terima kasih tlah tunjukkan padaku
Who you are underneath
Siapa dirimu yang sebenarnya
Thank you, I don't need
Terima kasih, aku tak butuh
Another heartless misery
Rasa sakit lagi
You think I'm doing this to make you jealous
Kau pikir kulakukan ini tuk membuatmu cemburu
And I know that you hate to hear this
Dan aku tahu kau benci mendengarnya
But this is not about you anymore
Tapi ini bukan lagi tentangmu

PRE-CHORUS
CHORUS

Now that you can't have me
Karena kini kau tak bisa milikiku
You suddenly want me
Tiba-tiba kau inginkanku

Jumat, 09 November 2012

Rasa Malu


PENGERTIAN RASA MALU
Sejak kecil, manusia sudah diajarkan untuk memiliki rasa malu. Walaupun ketika dilahirkan seorang anak tidak mengenakan apapun jua; namun selaras dengan perkembangannya, anak mulai dididik untuk bisa malu mempertontonkan tubuhnya di depan banyak orang. Selain itu, anak pun di didik dengan pemahaman malu lainnya, seperti malu untuk berbuat amoral, malu untuk berbuat jahat dan malu lainnya. ,
Seiring dengan berjalannya waktu, sifat malu ini pun mulai menjadi bagian dari kehidupan anak manusia. Namun sayangnya, sifat malu ini pun mulai menjadi rancu. Di kala anak diminta untuk bisa menunjukkan kemampuannya, kata malu pun dijadikan kambing hitamnya. Bahkan lebih parahnya lagi, di kala seseorang merasa haknya diambil paksa oleh orang lain dan seharusnya menjadi kewajibannya untuk mempertahankan miliknya, namun ia bisa dengan mudahnya pasrah dengan –lagi-lagi- malu menjadi kambing hitamnya.
Selain itu, masyarakat Indonesia yang didominasi oleh mayoritas kaum muslim memiliki keyakinan bahwa malu adalah bagian dari Iman. Di sisi lain, dalam dunia psikologi, malu yang padanan katanya shyness dan shame merupakan bentuk dari penyimpangan kepribadian. Pertentangan pemahaman keduanya pun menjadi suatu hal yang menarik terlebih bila selama ini selalu digaungkan perlunya membudayakan malu. Dari sinilah perlu dikaji lebih dalam lagi akan makna malu itu sendiri; terlebih malu sebagai human nature hingga dengan demikian, manusia tidak hanya bisa malu-maluin.
Definisi Human Nature
Pada masa pra-ilmiah, human nature lebih diartikan sebagai sifat ideal dalam diri manusia. Namun seiring berlalunya waktu, human nature pun lebih diartikan sebagai sifat dasar atau bagian penting dari diri manusia yang diyakini telah menetap dalam waktu yang cukup lama dan melalui beragam bentuk budaya.
Perilaku manusia sangat beragam. Karenanya, cukup sulit untuk bisa melihat satu perilaku yang menetap dalam diri semua manusia. atas dasar itu, maka para pakar psikologi menetapkan bahwa yang dimaksud human nature disini adalah suatu perilaku (behaviour) yang dianggap suatu kecenderungan yang kuat dalam diri semua manusia. Dengan demikian maka bisa dikatakan bahwa yang dimaksud human nature disini bukanlah sesuatu yang bersifat memaksa; namun lebih kepada kecenderungan manusia untuk bisa melakukan perilaku tertentu; dan bukan yang lainnya. Hal ini selaras dengan definisi dari Britannica Concise Encyclopedia, yakni kecenderungan atas sifat dasar manusia.
Definisi Malu
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, terminologi malu adalah merasa sangat tidak senang, rendah, hina dan sebagainya karena berbuat sesuatu yang kurang baik, bercacat.
Sedang malu dalam bahasa Belanda, seperti diungkapkan YB Mangunwijaya dalam Ragawidya yang diterbitkan 1986, adalah oost indisch doof. Secara harfiah diartikan sebagai tuli gaya Hindia Timur. Ungkapan ini kemudian, seperti diulas Adi Ekopriyono —kolumnis pada sebuah media massa nasional— biasanya ditujukan kepada seseorang, yang sebenarnya sadar bahwa dirinya dipanggil, namun pura-pura tidak mendengar. .
Malu dalam kajian psikologi
Eric Ericson menyatakan bahwa 50% tahap perkembangan psikososial individu terjadi pada masa kanak-kanaknya. Di saat anak berusia sekitar 2 – 3 tahun, anak menjalani fase yang disebut fase authonomy vs shame. Pada usia ini, anak mencoba untuk mandiri yang secara fisik dimungkinkan oleh kemampuan mereka untuk berjalan, berlari, dan berkelana tanpa dibantu lagi oleh orang dewasa. Dengan kemampuan ini, anak memasuki periode eksplorasi. Pada periode ini pula, kepercayaan diri anak bisa ditumbuhkan. Menurut Ericson, problem yang dapat terjadi pada periode ini adalah rasa malu karena mereka tidak mampu menjadi ‘be on their own’; yakni mereka tidak mampu mandiri; menjadi diri sendiri. Rasa malu ini terjadi karena orang tua terlalu banyak intervensi dalam kegiatan anak dan tidak memberikan mereka kepercayaan untuk bisa melakukan aktivitas mereka sendiri.
Untuk memahami lebih jauh akan persepsi malu, penulis memberikan angket terbuka kepada mahasiswa yang menanyakan definisi malu menurut mereka dan kapan mereka merasa malu. Dari 25 angket tertulis tersebut, 44% dari mereka cenderung mengartikannya sebagai padanan kata shame dan 66% sisanya cenderung mengartikannya sebagai padanan kata shyness.
1. Shyness
Bila ditanyakan, apa yang paling ditakuti, maka bisa dipastikan bahwa satu dari lima orang akan menjawab, ‘bicara di depan public. Inilah sebenarnya yang masuk dalam kategori shyness atau malu-malu. Sifat ini akan menghalangi seseorang untuk mendapatkan banyak pengalaman berharga dalam hidupnya. Sifat ini pun akan membuat orang menghindarkan diri dari interaksinya dengan orang banyak- khususnya orang yang tidak dikenal. Kenyataannya, orang yang sama sekali tidak memiliki sifat malu-malu ini berarti tidak memiliki batasan dalam berinteraksi dengan orang. Memiliki sedikit sifat ini bisa dikatakan cukup baik. Namun dalam levelnya yang cukup serius, sifat ini bisa membuat orang menarik diri dari interaksi sosialnya; yang akhirnya menjadi masalah besar dalam dirinya.
Shyness umumnya lebih terkait dengan ketidakkenyamanan. Di kala seeorang merasa tidak nyaman dalam suatu kondisi tertentu, maka kepercayaan dirinya akan hilang; dan pada saat itu ia merasakan shy –atau mungkin padanan tepatnya adalah malu-malu. Sifat malu-malu ini dibentuk dari lingkungan keluarganya. Di saat seseorang hidup dalam lingkungan keluarga yang tidak harmonis, anak akan merasa bahwa kesalahan mereka lah yang membuat keluarga menjadi tidak harmonis; dan inilah yang kemudian menjadikannya kepercayaannya hilang yang mengakibatkannya menjadi malu-malu dalam banyak hal; khususnya dalam berinteraksi dengan masyarakatnya.
Sifat ini pun memiliki keterkaitan yang erat dengan embarasment yakni perilaku malu-maluin; ex. seseorang melakukan sesuatu yang tidak diharapkan dan hal tersebut menarik perhatian banyak orang. Sifat ini juga terkait erat dengan shame atau malu karena terlanjur berbuat kesalahan yang dampaknya lebih internal dalam diri.
Seseorang yang rentan mengalami sifat malu-malu ini umumnya berasal dari keluarga yang kurang harmonis; memiliki orang tua yang terlalu kritis atas setiap tingkah lakunya dan juga terlalu perduli atas apa yang dipikirkan orang lain atas dirinya.
Suatu survey melaporkan bahwa lima persen anak mengalami social anxiety disorder. Mereka umumnya sering merasakan sakitkepala, sakit perut, muntah, mulut kering dan pusing. Mereka umumnya menghindari situasi yang membuat mereka harus berbicara di depan kelas, membaca materi dengan suara keras, menulis di papan tulis, bermain bersama teman, dan sejenisnya. Di antara mereka ada yang bisa mengatasi permasalahan kecemasannya tersebut; namun tak jarang kondisi kecemasannya makin bertambah parah. Dalam hal ini, maka dibutuhkan bantuan dari profesional.
Untuk mengatasinya, hendaknya si pemalu ini menguasai teknik berkomunikasi dengan banyak orang. Pada awalnya, mungkin hal ini akan terasa sulit. Namun dengan latihan yang cukup dan teknik yang benar, mereka akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya.
Ketrampilan yang dibutuhkan mereka untuk bisa meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi adalah:
a.Melakukan komtak mata.
b.Tersenyum
c.Menjadi pendengar yang baik
d.Mulailah melakukan pembicaraan awal
e.Mulailah dengan pembicaraan yang ringan
f.Juga dengan bergabung dengan suatu klub public speaking ataupun membaca banyak buku yang terkait dengannya.
Malu dalam padanan kata Shyness ini lebih cenderung bermakna malu karena hilangnya kepercayaan diri dan ketidaknyamanan dalam diri yang disebabkan banyak faktor. Umumnya terjadi sebelum melakukan suatu tindakan; dan umumnya adalah tindakan yang mengarah pada interaksi dengan sesamanya.
2.Shame
Dalam kamus Middle English, from Old English sceamu, shame bermakna a painful emotion caused by a strong sense of guilt, embarrassment, unworthiness, or disgrace.
Selain itu, Jalaluddin rahmat pun mensosialisasikan Culture Shame dengan contoh sebagai berikut,
o Di Jepang seorang satpam di sebuah museum hara kiri, karena salah satu barang antik di museum itu hilang. Dia merasa malu karena tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan akhirnya bunuh diri.
o Di Australia seorang anggota DPR pergi berkunjung ke daerahnya. Dalam kunjungan ke daerahnya, ia mendatangi ibunya yang sakit. Koran-koran lantas memuat berita bahwa dia sudah menggunakan fasilitas anggota DPR untuk urusan pribadi. Dia diminta mengembalikan uang yang telah digunakan, sehingga ia datang ke DPR dan mengembalikan semua uang tersebut. Dan beberapa hari kemudian, dia bunuh diri.
o Di Amerika seorang Donald Trump mengundurkan diri dari pencalonan presiden. Hal ini hanya dikarenakan suatu koran memuat fotonya bersama seorang perempuan. Foto itu foto di luar ketika Trump berkunjung ke rumah perempuan itu.
Dari contoh dan paparan tersebut, dipahami bahwa malu dalam padanan kata shame ini berarti malu dan merasa rendah diri karena telah melakukan suatu tindakan yang buruk. Sikap malu ini umumnya baru muncul setelah melakukannya.
Namun konsep baik-buruk, benar-salah yang mampu membuat orang merasa malu dalam artian shame ini tergantung pada persepsi yang di anut masyarakatnya. Bisa jadi seseorang tidak merasa malu atas suatu nilai tertentu; di saat orang lain merasakan malu atasnya.


Malu adalah satu perasaan negatif yang timbul dalam diri seseorang akibat daripada kesedaran diri mengenai perlakuan tidak senonoh yang dilakukan oleh dirinya sendiri.
Setiap orang yang normal mempunyai perasaan malu. Tetapi setiap masyarakat mempunyai pandangan yang berbeda mengenai malu. Sehubungan itu, pendapat mengenai apa yang dimaksudkan malu, apa yang mendatangkan malu serta tindakan yang harus untuk mengatasi perasaan malu berbeza-beza dari satu masyarakat ke satu masyarakat yang lain. Ini adalah kerana dalam konsep malu dan segan ini sebenarnya terkandung satu sisitem nilai dan kepercayaan sesebuah masyarakat itu.
Malu dalam masyarakat Melayu mempunyai 3 lapis pengertian, iaitu:
  • Malu Sebagai Perasaan
  • Malu Sebagai Tanda Harga Diri
  • Malu Sebagai Fungsi Kawalan Sosial

Maka, Esei ini akan membincangkan konsep malu dalam Masyarakat Melayu daripada ketiga-tiga pengertian ini.

Malu Sebagai Perasaan

Malu sebagai perasaan merujuk kepada istilah “rasa malu”. Istilah-istilah Melayu yang merujuk kepada pekara ini termasuklah, “berasa aib”, “rasa segan” dan juga “segan silu”. Orang yang menunjukkan perasaan malu, akan diperikan sebagai “malu-malu” dan “takut-takut”.

Secara umumnya, malu merupakan perasaan rendah diri ataupun berasa segan silu terhadap kekurangan yang ada pada diri sendiri apabila dibandingkan dengan orang lain. Kekurangan ini boleh diertikan sebagai kebodohan, kejahilan, tidak sertimpal, tidak seperti, mahupun tidak setaraf. Individu yang mengalami perasaan begini selalunya menganggap dirinya lebih kecil dan hina daripada orang lain yang dianggapnya mempunyai serba kelebihan pula.

Malu merupakan sesuatu yang berpunca. Berdasarkan puncanya malu boleh dibahagikan kepada tiga jenis seperti di bawah:
  • malu-malu bahasa
  • segan
  • aib

Malu-malu bahasa merujuk kepada perasaan malu yang berpunca daripada perasaan hormat. Perasaan malu-malu bahasa timbul apabila seseorang itu berhadapan dengan orang yang dihormati. Perasaan malu ini agak serdeharna dan tidak sampai boleh menyakiti hati seseorang.
Segan merujuk kepada perasaan malu yang timbul daripada perbuatan janggal. Perasaan segan timbul, apabila seseorang tidak biasa melakukan perkerjaan tertentu sehingga timbul keadaan yang janggal. Biasanya ia timbul apabila seseorang “baru” dalam pekerjaan tertentu. Misalnya seseorang akan berasa segan untuk bertutur kepada orang yang tidak dikenali, lebih-lebih lagi jika beliau jarang untuk berbuat demikian. Perasaan segan walupun tidak menyenagkan hati seseorang tetapi tidaklah ia sampai menyakit hati.

Aib merujuk kepada perasaan malu yang berpunca daripada perbuatan yang jahat. Perasaan aib merupakan malu yang kuat. Biasanya ia timbul apabila seseorang menyedari dirinya telah melakukan dosa dan perbuatannya itu telah terbongkar dan diketahui umum. Perasaan aib ini sangat berkait dengan penghinaan. Orang yang berasa aib mungkin akan melakukan tindakan yang estrim seperti membunuh diri.

Malu Sebagai Tanda Harga Diri

Dari segi kehidupan bermasyarakat, perasaan malu itu berkaitan dengan maruah, harga diri dan air mukanya seseorang. Orang yang beroleh malu bermaksud bahawa maruah, harga diri dan air mukanya telah tercemar. Dalam keadaan ini, kedudukan sosialnya telah terjejas dan menjadi rendah. Ketercemaran ini berpunca daripda perlakuannya sendiri dan juga oleh tekanan sosial.

Malu dianggap sebagai tanda harga diri kerana dikatakan seseorang itu dapat merasai maruah dan harga dirinya apabila beliau mempunyai perasaan malu. Sehubungan itu, malu merupakan sesuatu yang sihat bagi orang yang bermaruah kerana perasaan ini sebenarnya dapat mendorong seseorang untuk menjaga maruah dan harga diri.

Bagi mereka yang tidak mempunyai perasaan malu, mereka lazimnya dianggap orang yang tidak tahu harga diri. Pemerian untuk mereka ini ialah “Tidak tahu malu” dan “muka tebal”. Orang yang tidak tahu malu biasanya merupakan kejian orang ramai dalam masyarakat Melayu.

Perasaan malu sebagaimana yang dikaitkan dengan maruah, dan harga diri amat penting dipupuk kepada anggota-anggota masyarakat. Dengan memberi kesedaran mengenai perasaan malu yang ada pada diri seseorang itu boleh menjadi penghalang atau benteng yang penting bagi anggota masyarakat agar tidak melakukan sesuatu yang dianggap menyeleweng. Daripada itu malu boleh dikaitkan dengan fungsi kawalan sosial seperti apa yang akan dibincangkan di bawah:

Malu Sebagai Fungsi Kawalan Sosial

Masyarakat Melayu menyedari bahawa malu merupakan satu fungsi kawalan sosial dengan adanya perpatah yang berbunyi:
Karena malu tahu menilai batas
Malu merupakan satu perasaan negetif yang timbul daripada kesedaran diri seseorang mengenai perlakuan yang tidak senonoh. Daripada itu, seseorang akan mengelakan diri daripada perlakuan yang buruk bagi mengelakkan diri daripada beroleh malu. Dari segi ini, malu sememangnya boleh mengawal tingkah laku seseorang dan dengan itu memainkan fungsi kawalan sosial.

Masyarakat Melayu yang hidup secara berkeluarga juga menguatkan lagi fungsi malu sebagai kawalan sosial. Dalam masyarakat Melayu seseorang itu bukan sahaja akan menanggung malu daripada perbuatannya sendiri malah akan menanggung malu daripada perbuatan ahli keluarganya. Ini adalah kerana keluaraga Melayu yang mempunyai perasaan kekitaan terhadap keluarganya sendiri dan juga kerana masyarakat Melayu menganggap bahawa seseorang itu terikat kepada keluarganya. Misalnya, seorang anak akan menyebabkan ibu bapa mereka malu sekiranya ia telah melakukan sesuatu yang jahat seperti mencuri. Dalam peribahasa Melayu, tindakan anak ini diperikan sebagai “menconteng arang di muka ibu bapa”.

Bagi mengelakkan diri mereka menanggung malu seseorang itu akan cuba mengawal ahli keluarga mereka supaya tidak melakukan perbuatan yang buruk. Di sini, sekali lagi kita boleh lihat bahawa malu telah memainkan satu fungsi kawalan sosial

Kesedaran mengenai malu sebagai fungsi kawalan sosial juga boleh dilihat dari segi manipulasi konsep malu dalam puisi Melayu lama. Di sini, konsep malu telah digunakan untuk menasihati orang ramai supaya berkelakuan baik.
Contohnya[1]:
Buah ganja makan dikikir
Dibawa orang dari hulu
Barang Kerja hendak difikir
Supaya Jangan mendapat malu

Dan satu lagi contoh[2]:
Tingkah laku tidak kelulu
Perkataan kasar keluar selalu
Tidak memikirkan aib dan malu
Bencilah orang hilir dan hulu

Puisi-puisi Melayu Lama di atas telah menasihatkan orang ramai supaya mengingatkan perasaan malu supaya mereka berkelakuan baik. Di sini kita boleh lihat bahawa adanya satu kesedaran mengenai malu sebagai satu fungsi kawalan sosial dalam masyarkat Melayu.

Malu adalah suatu kondisi psikologis dan bentuk kontrol agama, keadilan politik, dan sosial, yang terdiri dari ide, kondisi emosional, fisiologis seseorang dan satu seperangkat perilaku, disebabkan oleh pengetahuan atau kesadaran aib, aib, atau kutukan. Terapis John Bradshaw conceptualizes malu sebagai "emosi yang memungkinkan kita tahu bahwa kita terbatas".

Malu merupakan keadaan emosional ketidaknyamanan intens dengan diri sendiri, dialami karena tindakan sosial tidak dapat diterima atau disaksikan oleh kondisi atau mengungkapkan kepada orang lain. Biasanya kehilangan kehormatan atau martabat, tapi berapa banyak dan jenis tergantung pada situasi yang memalukan. Hal ini mirip dengan rasa malu, kecuali rasa malu yang mungkin dialami karena suatu perbuatan yang hanya diketahui oleh diri sendiri. Juga, malu biasanya membawa konotasi yang disebabkan oleh tindakan yang hanya dapat diterima secara sosial, bukan salah secara moral.

Malu adalah suatu kondisi psikologis dan bentuk kontrol agama, keadilan politik, dan sosial, yang terdiri dari ide, kondisi emosional, fisiologis seseorang dan satu seperangkat perilaku, disebabkan oleh pengetahuan atau kesadaran aib, aib, atau kutukan. Terapis John Bradshaw conceptualizes malu sebagai "emosi yang memungkinkan kita tahu bahwa kita terbatas".

Malu merupakan keadaan emosional ketidaknyamanan intens dengan diri sendiri, dialami karena tindakan sosial tidak dapat diterima atau disaksikan oleh kondisi atau mengungkapkan kepada orang lain. Biasanya kehilangan kehormatan atau martabat, tapi berapa banyak dan jenis tergantung pada situasi yang memalukan. Hal ini mirip dengan rasa malu, kecuali rasa malu yang mungkin dialami karena suatu perbuatan yang hanya diketahui oleh diri sendiri. Juga, malu biasanya membawa konotasi yang disebabkan oleh tindakan yang hanya dapat diterima secara sosial, bukan salah secara moral.
Milikilah rasa malu di tempat yang tepat agar kehidupan kita selamat. Milikilah rasa malu, bila semakin bertambah usia tetapi kita belum bisa membahagiakan orang tua. Memang, orang tua yang baik tidak akan pernah berharap balasan apapun dari anaknya kecuali doa dari anak sholeh. Namun sebagai anak seharusnya kita tahu diri untuk membahagiakan mereka. Malulah kalau kita belum mampu membantu mewujudkan hal-hal yang menjadi kebanggaan orang tua. Apalagi kalau kita justru menjadi beban bagi mereka, malulah.

Milikilah rasa malu, bila kita bekerja di suatu perusahaan namun belum mampu memberikan kontribusi besar untuk kemajuan perusahaan. Anda hanya menjadi manusia rata-rata. Kontribusi Anda hanya sesuai bayaran yang Anda terima, malulah. Apalagi bila Anda ternyata menjadi orang yang “meludah di sumur” yang airnya Anda minum. Apa artinya? Anda masih dibayar oleh perusahaan tetapi Anda sempatkan diri untuk menjelek-jelekkan perusahaan, maka malulah.

Milikilah rasa malu, bila kita berkeluarga namun tidak memiliki waktu berharga buat mereka. Senin hingga Jumat Anda gunakan untuk bekerja, pergi pagi pulang malam. Saat libur Sabtu dan Minggu Anda masih juga asyik dengan urusan sendiri; boleh jadi Anda ‘balas dendam’ tidur seharian, menonton TV, pergi bersama orang lain atau beraktivitas lain yang tidak melibatkan keluarga. Padahal, keluarga memerlukan pelukan, telinga dan juga nasihat Anda. Maka, bila Anda tidak menyiapkan waktu berharga buat mereka, malulah.

Kepada para pemuda, malulah, bila Anda masih meminta uang dari orang tua tetapi Anda menunda-nunda skripsi. Padahal orang tua bekerja keras membanting tulang untuk mengongkosi kuliah Anda. Yang lebih tak tahu malu lagi, uang kiriman dari orang tua tega-teganya digunakan untuk membeli rokok dan pacaran yang justru menambah dosa. Wahai pemuda, kalau Anda masih seperti itu, malulah.

Dalam kehidupan sehari-hari kita menikmati udara, sinar matahari, bumi yang kita pijak dan panca indra cuma-cuma dari Yang Maha Kuasa. Maka malulah bila saat kita dipanggil untuk menghadap kepada-Nya, kita mengabaikannya. Apalagi bila kita dengan suka cita berani melanggar larangan-larangannya, maka malulah.

Milikilah Rasa Malu, bila kita serang muslim namun lalai dalam sholat,apalagi sampai tidak mengerjakannya. Alloh memberi rasa malu pada manusia merupakan sebuah keimannan karena MALU MERUPAKAN SEBAGIAN DARI IMAN, Wahai pemuda, kalau Anda masih seperti itu, malulah.
Namun sayang, rasa malu kini sering berada di tempat yang salah. Apa contohnya? Tidak punya pacar, malu. Tidak punya mobil berkelas, malu. Membawa-bawa Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa dalam bisnis, malu. Itu semua adalah malu yang keliru. Namun Tempatkanlah rasa malu di tempat yang pas, atau berbuatlah sesuka Anda, bila Anda tak tahu malu. Namun sesungguhnya pilihan yang tepat adalah, malulah…



1.      1 merasa sangat tidak enak hati (hina, rendah, dsb) krn berbuat sesuatu yg kurang baik (kurang benar, berbeda dng kebiasaan, mempunyai cacat atau kekurangan, dsb): ia – krn kedapatan sedang mencuri uang; aku -- menemui tamu krn belum mandi;
2    segan melakukan sesuatu krn ada rasa hormat, agak takut, dsb: murid yg merasa bersalah itu -- menemui gurunya; tidak usah -- untuk menanyakan masalah itu kpd ulama;
3   kurang senang (rendah, hina, dsb): ia berasa -- berada di tengah-tengah orang penting itu;
-- bertanya sesat di jalan ( -- berdayung perahu hanyut; -- makan perut lapar), pb kalau tidak mau berikhtiar, tidak akan mendapat kemajuan; -- kalau anak harimau menjadi anak kucing (kambing), pb tidak sepatutnya kalau anak orang baik-baik atau pandai menjadi jahat atau bodoh; -- tercoreng pd kening, pb malu yg tidak dapat dihilangkan lagi krn sudah diketahui orang banyak; tidak tahu -- , ki tidak bermalu; tidak pernah merasa malu;

Masih adakah rasa malu kita?
Semua manusia memiliki rasa malu dalam dirinya. Malu dalam melakukan hal-hal yang positif atau sebaliknya yaitu melakukan hal-hal negatif. Saat ini, rasa malu tersebut sudah bergeser. Dimana banyak orang yang merasa malu jika melakukan atau mempunyai hal-hal yang berbeda dalam hal positif. Tetapi, tidak malu apabila melakukan hal-hal yang tidak baik di depan umum. Parahnya lagi, malah mengelak.
Malu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki beberapa definisi. Definisi yang pertama yaitu merasa sangat tidak enak hati (hina, rendah, dan sebagainya) karena berbuat sesuatu yang kurang baik (kurang benar, berbeda dengan kebiasaan, mempunyai cacat atau kekurangan, dan sebagainya). Sebagai contoh yaitu seseorang akan merasa malu karena kedapatan sedang mencuri uang atau merasa malu menemui orang lain karena belum mandi. Sudah menjadi fitrah manusia jika melakukan hal-hal diatas pasti timbul perasaan malu dan hal tersebut sangat wajar.
Definisi yang kedua yaitu segan melakukan sesuatu karena ada rasa hormat, sedikit takut, dan sebagainya. Seperti murid yang merasa bersalah itu malu menemui gurunya atau tidak usah malu untuk menanyakan masalah itu kepada ulama. Pada konteks malu yang kedua ini, apabila kita mampu menempatkan rasa malu pada posisi dan kadar yang tepat sudah pasti kehidupan bermasyarakat kita akan lebih harmonis.
Definisi yang ketiga yaitu kurang senang (rendah, hina, dan sebagainya). Seperti merasa malu berada di tengah-tengah orang penting. Manusia jika berada ditengah-tengah komunitas yang lebih tinggi pasti akan timbul rasa malu seperti dalam konteks kurang senang diatas. Sekarang tergantung anda, dimana menempatkan rasa malu tersebut.
RASA MALU
Rasa malu adalah fenomena yang biasa, alami, dan bisa terjadi pada siapa saja. Yang membedakannya hanya dalam hal derajat dan lingkupnya saja. Ada yang rasa malu hanya untuk bertemu memperkenalkan diri dengan bosnya yang baru. Ada juga yang malu campur segan dan bahkan gugup kalau berada di tengah-tengah kerumunan orang. Menurut Philip G.Zimbardo dalam Ranjit Singh Malhi (Enhancing personal quality;2004), penelitian menunjukkan empat dari sepuluh orang ketika saling bertemu  memiliki rasa malu bahkan bersifat kronis. Penelitian juga mengindikasikan bahwa baik perempuan maupun pria memiliki derajat rasa malu yang sama.
          Rasa malu seseorang cenderung dapat menghambat proses komunikasi dalam pergaulan sosial. Untuk beberapa hal bisa jadi rasa malu bisa menjadi masalah besar. Mereka merasa tidak nyaman dalam tiap kegiatan sosial khususnya karena mereka tidak mengenal orang di sekitarnya dengan baik. Ada juga rasa malu ketika berada pada situasi tertentu misalnya berbicara di depan publik, bertemu dengan orang asing, dengan jenis seks yang lain, dan dengan orang yang berstatus superior.
Perilaku yang terkait dengan rasa malu antara lain keengganan untuk berbicara, ketidak-mampuan berpidato, kesulitan dalam bertatap mata, dan cenderung sering gugup. Gejala fisiknya antara lain tangan berkeringat,jantung berdebar cepat, gemetaran, muka merah padam, perut mulas, dan mulut terasa kering. Orang yang pemalu biasanya juga mengalami perasaan tidak aman, dan rasa rendah diri.Penyebab utama terjadinya rasa malu karena kurangnya kecerdasan sosial yang dimiliki pemalu. Umumnya mereka tidak tahu seni memperkenalkan dirinya dan memulai suatu percakapan, kurang memiliki ketrampilan mengetengahkan bahasa tubuh, dan tidak tegas. Dengan kata lain sang pemalu umumnya tidak pernah mengetahui bagaimana seharusnya berinteraksi dengan orang lain secara efektif. Selain kecerdasan sosial, penyebab rasa malu antara lain adalah unsur rendahnya harga diri, pengalaman buruk masa lalu, dan pengalaman tak menyenangkan, kondisi fisik yang kurang sempurna, serta lingkungan keluarga yang kurang nyaman dalam berinteraksi.
Apa konsekuensi bagi orang yang memiliki rasa malu  kronis? Pemalu akan menemukan kesulitan untuk bertemu dengan orang baru atau tidak dikenal, sulit untuk mencari teman baru, kurang mampu mengekspresikan pendapat atau gagasan, tidak tegas bereaksi kalau ada permintaan atau penilaian diri dari orang lain, kesulitan berpikir jernih dan berkomunikasi secara efektif, dan ekstremnya rasa malu yang berat mengarah pada perasaan negatif atau depresi, ketidak-sadaran, dan rasa kesepian.
Lalu apa yang sebaiknya dilakukan oleh pemalu?. Antara lain yang dapat dilakukan adalah (1) mengetahui penyebab rasa malu yang kronis, (2) membangun rasa percaya diri dengan mengerjakan sesuatu yang menantang, (3) belajar menerima dan menyukai diri sendiri atau jadilah diri sendiri, (4)  belajar untuk tegas dalam merespon, (5) keluarlah dari ”persembunyian” dan mulailah untuk kontak dengan orang lain sekarang juga, (6) belajarlah seni berbincang-bincang dengan orang lain, (7) mengamati orang-orang yang sukses dan pelajarilah teknik dalam membangun hubungan dengan orang lain, dan (8) menghindari keinginan menjadi perfeksionis.

Rasa malu dapat dibagi menjadi sepuluh macam.
1.      Malu karena berbuat salah, seperti malunya Adam as yang melarikan diri saat di surga. Allah bertanya, “Mengapa kamu lari dariKu wahai Adam?” Adam menjawab, “Tidak wahai Rabbi, tetapi karena aku merasa malu terhadap Engkau.”

2. Malu karena keterbatasan diri, seperti malunya para malaikat yang senantiasa bertasbih siang malam, tak ada waktu senggang pun tanpa bertasbih. Namun begitu pada hari kiamat mereka berkata, “Maha Suci Engkau, kami tidak menyembah kepadaMu dengan sebenar-benarnya penyembahan.”
3. Rasa malu karena pengagungan atau rasa malu karena ma’rifat.
4. Malu karena kehalusan budi, seperti rasa malunya Rasulullah SAW saat mengundang orang-orang pada acara walimah Zainab. Karena mereka tidak segera pulang, maka beliau bangkit dari duduknya dan merasa malu untuk mengatakan kepada mereka, “Pulanglah kalian.”
5. Malu karena menjaga kesopanan, seperti malunya Ali bin Abi Thalib ketika hendak meminta baju besi kepada Rasulullah SAW, karena dia menjadi suami putrid beliau.
6. MAlu karena merasa diri terlalu hina, seperti malunya hamba yang memohon berbagai macam keperluan kepada Allah dengan menganggap dirinya terlalu hina untuk itu.
7. Malu karena cinta, yaitu rasa malunya orang yang mencintai dihadapan kekasihnya.
8. Malu karena ubudiyah ialah rasa malu yang bercampur dengan cinta dan rasa takut. Seorang hamba merasa ubudiyahnya masih kurang, sementara kekuasaan yang disembah terlalu agung, sehingga ubudiyahnya ini membuatnya merasa malu.
9. MAlu karena kemuliaan, ialah rasa malunya hamba yang memiliki jiwa yang agung tatkala berbuat baik atau memberikan sesuatu kepada orang lain. Sekalipun dia sudah berkorban dengan mengeluarkan sesuatu, toh masih merasa malu karena kemuliaan jiwanya.
10. Malu terhadap diri sendiri, yaitu rasa malunya seseorang yang memiliki jiwa besar dan mulia, andaikan dirinya meras ridha terhadap kekurangan dirinya dan merasa puas melihat kekurangan orang lain. Dia merasa malu terhadap dirinya sendiri, sehingga seakan-akan dia mempunyai dua jiwa, yang satu merasa malu terhadap yang lainnya. Ini merupakan rasa malu yang paling sempurna. Sebab jika seseorang hamba merasa malu terhadap diri sendiri, maka dia lebih layak untuk merasa malu terhadap orang lain.

Selasa, 16 Oktober 2012

10 Pendiri Perusahaan Laptop Terkemuka di Dunia

Berikut ini adalah orang-orang yang sangat penting dalam perkembangan teknologi dunia dimana berkat keberadaan mereka kini perkembangan teknolgi komputer tumbuh pesat. Mereka adalah orang nomor satu yang mendirikan berbagai perusahaan laptop yang kini sudah banyak dikenal oleh masyarakat di Indonesia maupun di dunia. Siapakah orang-orang yang berjasa sebagai pendiri berbagai perusahaan laptop yang terkemuka itu? Yuk simak wacananya…

1. Michael Dell, pendiri Dell

Dell Inc. tampaknya lebih memfokuskan pada usaha-usaha untuk mengurangi biaya ketimbang mengeluarkan inovasi baru. Hal ini sejalan dengan sejarah perusahaan dalam memasarkan unit-unit dengan biaya yang seminimal mungkin melalui penjualan langsung ke konsumen. Dalam interview dengan Business Week, Tuan Dell mengatakan, “Perusahaan ini tahu bagaimana caranya melakukan sesuatu yang pernah dilakukan sebelumnya dengan baik.”

2. Stan Shih, pendiri Acer

Pertama kali didirikan dengan nama Multitech yang didirikan pada 1976, yang kemudian dinamakan Acer pada 1987. Grup pan Acer mempekerjakan 39.000 orang di lebih dari 100 negara. Pendapatannya pada 2002 adalah US$12,9 miliar. Kantor pusatnya terletak di Kota Sijhih, Taipei County, Taiwan. Pasaran Acer di Amerika Utara telah merosot dalam beberapa tahun terakhir sementara pasar Eropanya terus meningkat. Kesuksesannya di Eropa sebagian karena pensponsoran dari Tim Formula 1 Ferrari dan bekas tim F1, Prost Grand Prix.

3. Hisashige Tanaka, pendiri Toshiba

Toshiba adalah perusahaan yang memproduksi elektronik teknologi tinggi yang bermarkas di Tokyo, Jepang. Toshiba adalah perusahaan elektronik terbesar di dunia. Toshiba saat ini kebanyakan buatan RRC. Semikonduktor buatan Toshiba termasuk ke dalam jajaran 20 Semikonduktor dengan Penjualan Terbesar. Tahun 2009, Toshiba merupakan perusahaan komputer terbesar kelima di dunia, di bawah Hewlett-Packard dari AS, Dell dari AS, Acer dari Taiwan, dan Lenovo dari China.

4. Jonney Shih, pendiri Asus

Asustek Computer, Inc. atau sering disebut ASUS, adalah sebuah perusahaan berbasis di Taiwan yang memproduksi komponen komputer seperti papan induk, kartu grafis, dan notebook. Asus belakangan ini mulai memproduksi PDA, Telepon genggam, monitor LCD, dan produk komputer lainnya. Pesaing utamanya termasuk MSI, dan Gigabyte.

5. Bill Hewlett dan Dave Packard, pendiri HP

Ketika hendak menamakan perusahaannya, Bill Hewlett dan Dave Packard melakukan lempar koin untuk menentukan nama yang akan digunakan, apakah Hewlett-Packard atau Packard-Hewlett. Setelah melihat namanya sekarang adalah Hewlett-Packard, padahal yang menang dalam lempar koin tersebut bukan Bill Hewlett, tetapi Dave Packard.

6. Rod Canion, pendiri Compaq

Compaq Computer Corporation dulunya merupakan perusahaan komputer pribadi Amerika Serikat yang didirikan tahun 1982, dan sekarang merupakan salah satu merek dari perusahaan Hewlett-Packard. Perusahaan ini didirikan oleh Rod Canion, Jim Harris dan Bill Murto, mantan manajer senior Texas Instruments. Nama “COMPAQ” merupakan singkatan dari “Compatibility and Quality” (kompatibilitas dan mutu), dan pada waktu pendirian, Compaq memproduksi sejumlah komputer kompatibel IBM PC. Pernah menjadi pemasok sistem komputer pribadi terbesar di dunia, Compaq menjadi perusahaan independen hingga tahun 2002, dimana bergabung dengan Hewlett-Packard.

7. Liu Chuanzhi, pendiri Lenovo

Lenovo Group Limited, sebelumnya dikenal dengan nama Legend Group, adalah produsen PC terbesar di Republik Rakyat Cina. Pada 2004, Lenovo adalah produsen PC terbesar kedelapan di dunia. Pada Desember 2004, Lenovo mengumumkan keinginannya untuk mengambil alih divisi PC IBM, perusahaan Amerika Serikat yang pernah mempunyai monopoli dalam pasar PC. Pengambilalihan ini diharapkan akan membuat Lenovo dapat mengembangkan sayapnya di Barat agar dapat menjadi produsen PC terbesar ketiga di dunia. Pada 1 Mei 2005, Lenovo dengan resmi mengambil alih divisi PC IBM tersebut.

8. Akio Morita, pendiri Sony

Sony didirikan pada 7 Mei 1946 dengan nama Perusahaan Telekomunikasi Tokyo dengan sekitar 20 karyawan. Produk konsumen mereka yang pertama adalah sebuah penanak nasi pada akhir 1940-an. Seiring dengan berkembangnya Sony sebagai perusahaan internasional yang besar, ia membeli perusahaan lain yang mempunyai sejarah yang lebih lama termasuk Columbia Records (perusahaan rekaman tertua yang masih ada, didirikan pada tahun 1888). Nama “Sony” dipilih sebagai gabungan kata Latin sonus, yang merupakan akar dari sonik dan bunyi, dan kata Inggris sonny (“anak kecil”) yang setelah dikombinasikan berarti sekelompok kecil anak muda yang memiliki energi dan kemauan keras terhadap kreasi dan inovasi ide yang tak terbataskan. Pada saat itu, sangatlah aneh bagi sebuah perusahaan Jepang untuk menggunakan huruf Roman untuk mengeja namanya, apalagi penggunaan aksara fonetis yang digunakan dalam penulisan bahasa Jepang (daripada menggunakan aksara Tionghoa). Dan pada 1958, perusahaan mulai secara formal mengadopsi nama “Sony Corporation” sebagai nama perusahaan. Mudah digunakan dan mudah dieja dalam segala bahasa dunia. Nama Sony menggaungkan semangat kebebasan dan keterbukaan dalam inovasi.

9. Steve Jobs, pendiri apple

Apple, Inc. (sebelumnya bernama Apple Computer, Inc.) adalah sebuah perusahaan yang terletak di daerah Silicon Valley, Cupertino, California, yang bergerak dalam bidang teknologi komputer. Apple membantu bermulanya revolusi komputer pribadi pada tahun 1970-an dengan produknya Apple II dan memajukannya sejak tahun 1980-an hingga sekarang dengan Macintosh. Apple terkenal akan perangkat keras ciptaannya, seperti iMac, Macbook, perangkat pemutar lagu iPod, dan telepon genggam iPhone. Beberapa perangkat lunak ciptaanya pun mampu bersaing di bidang kreatif seperti penyunting video Final Cut Pro, penyunting suara Logic Pro dan pemutar lagu iTunes yang sekaligus berfungsi sebagai toko lagu online.

10. David Kartono, pendiri Axioo

Indonesia patut berbangga karena Axioo, salah satu komputer merek lokal berhasil menembus jajaran produk dunia dan menjadi salah satu produk yang mengadopsi prosesor Intel Core generasi kedua. Axioo Neon HNM menjadi notebook 14 inci pertama di dunia yang sudah menggunakan teknologi prosesor yang sebelumnya disebut Sandy Bridge itu.

Mengapa pada Rel Kereta Terdapat Kerikil ?




Entah anda perhatikan atau tidak, hampir di sepanjang rel kereta api biasanya terdapat batu kerikil yang terletak di bawah dan pada samping kanan dan kiri rel kereta api. Batu kerikil ini memang sengaja disebar di sekitar rel kereta api tersebut. Dan ternyata batu kerikil ini memiliki fungsi yang sangat penting untuk menunjang keberadaan rel kereta api yang berdiri di atasnya.
Fungsi Batu Kerikil pada Rel Kereta Api


Fungsi batu kerikil pada rel kereta api yang pertama adalah sebagai bantalan pemberat. Dengan adanya lapisan batu kerikil ini rel dapat tetap berdiri dengan stabil. Sehingga kereta api yang berjalan di atasnya pun dapat berjalan dengan baik.


Batu kerikil ini juga berfungsi untuk menyerap getaran (shock absorber) yang terjadi ketika kereta api tengah lewat. Sehingga goncangan yang terjadi ketika kereta api melintas dapat dikurangi. Dan rel kereta api pun tidak cepat rusak dan dapat digunakan untuk waktu yang lama.


Fungsi berikutnya yaitu untuk menahan dan memperlancar aliran air di saat hujan. Fungsi ini berperan untuk mencegah terjadinya pengikisan tanah atau erosi pada tanah di sekitar rel kereta api. Dimana bila hal ini terjadi maka dapat menyebabkan kecelakaan serius bagi kereta yang melintas seperti kereta anjlok dan yang lainnya.


Dan yang terakhir, batu kerikil juga berfungsi untuk menghambat tumbuhnya rerumputan di sekitar rel. Tumbuhnya rerumputan di sekitar rel dapat dapat secara langsung maupun tidak langsung menyebabkan penggemburan tanah di bawahnya. Hal ini tentunya dapat membahayakan karena jika tanah di bawah rel tidak stabil maka akan dapat membahayakan perjalanan kereta api.


Mengapa di Beberapa Tempat Tidak Terdapat Kerikil


Seperti yang kita lihat pada beberapa tempat, ada posisi-posisi tertentu dimana di bawah rel kereta api tidak terdapat batu kerikil. Seperti rel kereta api yang terdapat di atas jembatan atau jalan raya, dimana tidak terdapat satu butir pun batu kerikil yang sangat berperan penting bagi keberadaan rel kereta api. Hal ini terjadi karena semua fungsi dari batu kerikil tadi sudah diambil alih fungsinya oleh mekanisme lain.







Pada jembatan kereta api, jembatan sudah dirancang khusus sedemikian rupa supaya dapat menahan getaran yang akan terjadi yang dihasilkan ketika kereta melintas. Demikian pun dengan rel kereta yang terdapat pada jalan raya, jalan aspal telah menggantikan peranan batu kerikil dengan baik. Sehingga pada tempat-tempat tersebut, tidak diperlukan lagi batu kerikil untuk diletakkan di bawah rel kereta api.

Kamis, 27 September 2012

Cerpen - Senandung Jalan Setapak

Jalan ini masih saja terlihat sepi. Saking sepinya hanya sebuah pohon besar di tepi jalan ini yang hanya bisa ku tatap. Pohon besar tanpa bunga dan buah, bahkan dedaunannya pun mulai minggat dari dahannya. Mengapa suasana kesepian sangat kental terasa di sini? Kemana orang-orang? Hai jalan! Kalau kau sudah tidak diinginkan lagi oleh masyarakat sini lebih baik kau pindah ke  tempat lain yang lebih ramai yang  dimana orang-orangnya  mau menggunakanmu! Ah, gilakah aku bicara pada jalan? Mungkin  aku begini karena lama menunggu seseorang.
             Di jalan setapak yang sepi ini aku bisa apa? Kenapa dia menyuruhku menunggu di sini? Di  tempat lain kan bisa. Tegakah dia membiarkan seorang perempuan duduk sendiri di sini  hanya untuk menuggunya? Belum lagi dengan jam  tangan yang melingkar di tangan kiriku yang selalu mengganggu perhatianku dengan suara detikannya.  Suara itu selalu membuatku gusar. Mungkin kalau dia bisa  bicara dia akan menyuruh ku pulang. Atau mungkin dia juga bosan dari tadi hanya bisa melihat jalan setapak ini. Kata ibuku, mengeluh itu tidak baik, tapi apa yang bisa aku lakukan disaat seperti ini? Amarahku semakin meledak saat  melihat rumput-rumput yang ada di depanku. Bentuknya agak mirip dengan lidah. Mereka seolah menjulurkan lidah mereka padaku. Sangat banyak lidah.
“Eh rumput, kalau berani jangan keroyokan dong. Aku kan hanya punya satu lidah sedangkan kalian banyak. Itu sangat tidak adil.” Kataku dalam hati.
             Suara motor kemudian memalingkan perhatianku pada rumput itu. Sepertinya aku mengenal pria berjaket hitam itu. Aku tahu setelah sampai dia akan bilang apa. Maafkan aku sayang, aku terlambat bangun. Kalau tidak itu pasti sayang aku harus mengantar ibuku ke pasar, atau sayang aku harus membersihkan rumah, dan entah apa lagi alasannya saat terlambat bertemu denganku, sebenarnya itu tidak ingin aku ingat, tapi bagaimana aku tidak ingat, kalau seminggu sekali dia selalu mengucapkan itu. Aku kembali memandangi arlojiku. Jam 11.00. Satu jam aku menunggu di tempat sepi ini. Meski kesal tapi aku lega melihat dia datang.
“Sayang sudah lama menunggu?” tanya Leo padaku.
“Kenapa bertanya seperti itu?”pikirku dalam hati. “Tidak juga sayang. Hanya 60 menit kok, belum sampai 1 jam.”aku mencoba meledeknya.
“Ah sayangku, jangan menggodaku seperti itu. Hehe.” kata Leo padaku.
“Siapa juga yang menggoda kamu! Dasar aneh!” kataku dalam hati. Entah kata-kata apa lagi  yang harus aku katakan dalam hatiku. Maafkan aku ya hati, aku telah membuatmu berdosa. “Sayang kita mau kemana?” tanyaku pada Leo.
“Seperti biasa kita pacaran disini saja yang. Aku sudah membawa beberapa makanan kok, lagian kan suasana di sini sejuk banget.” Kata Leo padaku sambil membuka beberapa bungkusan yang dibawanya.
Ah kapan sih dia berubah? Dia  hanya membuat aku iri pada teman-temanku yang biasanya jalan-jalan ke pantai, restourant, atau ke mal bersama kekasihnya. Aku bosan terus-menerus bersamanya di tempat ini. Tapi apa boleh buat, dia pacarku. Ah aku akan serba salah.”hatiku  terus bicara yang aneh.
“Sayang kok diam sih? Kamu enggak suka ya disini?” Leo menanyakan hal yang seharusnya sudah dia tahu.
“Suka kok yang.” Aku mencoba memberinya senyuman. Tapi tetap saja hatiku kesal.
             Satu tahun telah kami lalui bersama. Kami tak pernah bertengkar, karena memang tak ada hal  yang  harus kamu ributkan. Usia Leo 17 dan aku baru 16 tahun, aku rasa kami sudah dewasa segala sesuatu tidak usah diambil pusing. Seperti  yang sekarang ini, meski kesal aku tak pernah meributkannya. Aku berusaha mengerti semua keinginannya. Kalau dipikir-pikir pasangan  mana lagi yang menjalani pacaran seperti kami.
             Kalau di sekolah kami lebih senang pacaran di perpustakaan dari pada di kantin atau di kelas. Tapi kami seolah lebih asik pacaran dengan buku yang kami sukai masing-masing. Mungkin kalau bukan teman sekelasku atau teman sekelas Leo tak tak akan ada yang mengira kalau aku pacaran dengan Leo.
“Sayang kita pulang  yuk!” kataku pada Leo.
“Ya deh yang. Oh iya, inget bikin PR  ya yang. Aku anterin sayang pulag ya.”
“Ya  yang.” Aku tak menolak ajakannya. Lagian kalau jam segini pulang jalan kaki tentu saja panas tak sejuk lagi seperti tadi pagi. Leo tak berani ngebut kalau  membawa motor. Jadi aku merasa senang bisa lebih lama bersamanya. Aku mendekap erat tubuhnya, dan secara refleks tangannya pun menggenggam tanganku yang melingkar di pinggangnya. Aku menyandarkan pipiku di bahunya. Ya Tuhan terima kasih telah memberikan Leo padaku.
             Tak terasa beberapa menit kami berdua sudah tiba di depan rumahku. Hubungan kami memang telah diketahui oleh orang tuaku. Tapi orang tua Leo belum tahu. Entah kenapa Leo tak memberitahukan hubungan kami pada orang  tuanya? Setiap aku bertanya, dia hanya menjawab “nanti sayang juga tahu”. Hingga aku malas untuk menanyakannya lagi.
“Sayang, kamu gak mampir?” tanyaku pada Leo.
“Lain kali ya yang. Oh iya, besok aku mau jemput kamu. Jadi tunggu aku ya.” Kata Leo padaku.
“Iya yang aku tunggu besok. Da sayang.” Kataku sambil melambaikan tanganku pada Leo. Dia kemudian melaju dengan motornya.
***
             Dua bulan berlalu aku merasa ada yang aneh dengan ingkah laku Leo. Aku tak ingin berpikir negatif terhadap Leo. Ujian Nasional tinggal beberapa minggu lagi, pasti dia sedang sibuk menyiapkan diri untuk berperang dengan soal-soal yang menyebalkan. dia sangat jarang menelponku, jangankan menelpon SMS saja jarang. Yah, apapun yang menunjang kesuksesannya akan aku dukung.
             Beberapa bulan kemudian, hari perpisahan  kelas 3 tiba. Sebenarnya aku tak menginginkan hari ini datang. Dengan langkah yang tak pasti aku melangkah menuju kelasku. Aku tak melihatnya di parkiran. Sudah beberapa bulan ini tak ada kabar darinya. Aku semakin gusar. Leo ini kenapa? Meski sering aku lihat dia, dia hanya melempar senyum palsu padaku. Acara perpisahan di mulai. Aku melihat wajahnya yang sangat aku rindukan. Apa mungkin dia tak menginginkanku lagi? Aku lihat dia berjalan menuju diriku.
“Sayang, setelah pulang sekolah aku ingin bicara sama sayang.” Kata Leo padaku.
“Iya yang.” Jawabku singkat. Mungkin dia ingin memutuskan hubungan denganku. Sepertinya aku harus menguatkan hatiku.
             Acara perpisahan selesai, aku pun menunggu di parkiran. Aku sudah menelpon kakakku untuk tidak menjemputku hari ini. Satu persatu siswa meninggalkan sekolah. Kenapa lama sekali dia datang! Aku melihat teman-temannya lewat dihadapanku.
“Permisi kak, Leo udah pulang belum?” aku bertanya kepada salah satu dari mereka.
“Belum dik dia masih di kelas sendiri. Mendingan adik temuin dia di kelas.”
“Iya kak, terimakasih.”tanpa pikir panjang, aku langsung berlari menuju kelasnya. Belum sampai di kelasnya aku sudah berpapasan dengannya. Terlihat mata sendunya mengeluarkan air. Adakah tingkah lakuku yang membuat hatinya terluka? Dia segera berlari menuju aku. Tanpa banyak bicara dia langsung menarik tanganku. Kami berlari  di bawah teriknya sinar matahari. Entah apa yang terjadi pada hatinya. Sakitkah dia? Kalau benar mengapa aku tak pernah ada saat  dia menangis? Pacar macam apa aku ini? Leo segera mengambil motornya, dan menyuruh aku naik. Dia menjalankan motornya dengan kencang, tak pernah sekencang ini. Leo menarik tanganku dan melingkarkannya di pinggangnya. Sesekali Leo mencium tanganku.
             Tiga puluh menit berlalu, aku sangat terkejut. Leo mengajakku ke rumahnya. Sebenarnya apa maksudnya mengajakku kemari? Kami berdua segera masuk. Pegangan Leo semakin erat. Aku sangat tak menyangka dengan apa yang aku lihat. Sofy temanku yang mengenalkan aku pada Leo ada di rumah Leo. Apa yang sedang dibicarakan orang tua Leo dan orang tua Sofy? Apakah ini sebuah pertanda buruk?
“Duduklah Mimi.”kata sofy padaku. Aku seperti orang yang linglung atau aku memang linglung. Aku duduk berdampingan dengan Leo. Entah kenapa tangan Leo semakin erat menggenggam jari jemariku. Sesekali Leo menatapku  dengan mata yang berkaca-kaca. Ada apa sebenarnya ini?
“kamu ini Mimi pacarnya Leo ya?” tanya ibunya leo padaku.
“Iya tante.”aku meraih  tangan ibunya Leo dengan maksud menciumnya agar aku terlihat sopan di depannya. Namun apa yang terjadi? Ibunya Leo malah menolak tanganku. Sedikit demi sedikit aku semakin mengerti maksud Leo “nanti juga sayang tahu.” Ternyata orang  tua Leo tak merestui kami.
“Begini Mimi, tante menyuruh Leo membawa kamu kesini, dengan tujuan kamu tahu kami sudah menjodohkan Leo dengan Sofy. Jadi kalian berdua harus menyudahi hubungan kalian. Tante gak setuju Leo pacaran sama kamu.” Kata ibunya Leo dengan nada sinis.
             Ya Tuhan, hatiku seperti di tusuk pisau berisi racun cinta. Aku tak kuat bicara. Aku berusaha menahan tangisku. Aku tak ingin Leo melihatku menangis. Aku berusaha menyembunyikannya dengan menundukkan kepalaku. Tapi Leo mengangkat daguku dan menghapus air mataku yang tak tertahan lagi. Leo seolah merasakan perasaanku saat itu.
“Jangan menangis.”bisik Leo padaku. Aku hanya bisa menganggukan kepalaku serta menarik nafasku.
“Tante, om. Kalau memang ini yang terbaik untuk Leo, akan saya lakukan.”aku mencoba menatap mata ibunya Leo dan berbicara pada beliau. Aku memalingkan pandanganku ke arah Leo. “Leo, kalau selama dua tahun ini aku ada salah sama kamu, aku minta maaf ya. Aku seneng bisa kenal sama kamu. melewati hari-hari bersama kamu lebih membuat hariku bermakna. Sekali lagi terima kasih ya Leo.” Aku berusaha menahan tangisanku. “Sofy, selamat ya kamu udah dapetin cowok yang sangat baik.” Aku menggenggam tangan Sofy, aku hanya  ingin dia tahu aku  tak pernah membenci Sofy.
“Terima kasih Mimi.” Kata Sofy
“Om, Tante, saya pamit pulang dulu ya. Leo, aku pulang ya. Permisi.” Aku berdiri dan langsung keluar dari  rumah Leo. Dari jarak satu meter, aku mendengar Leo menangis. Aku mencoba mengirimkan telepati padanya, tapi tak bisa. Ya Tuhan,, jangan biarkan Leo menangis. Aku terus melangkah keluar. Aku tak sanggup melihat kebelakang lagi. Aku berusaha berjalan meski kakiku sudah tak kuat menopang tubuhku yang lemas ini. Melangkah dan terus melangkah, hanya itu yang bisa  aku lakukan. Aku  tak ingin pulang ke rumah, aku tak ingin ibuku melihat mataku yang penuh dengan air mata ini. Aku menuju ke jalan setapak  yang dulu pernah menjadi saksi cintaku dengan Leo. Di bawah pohon  besar ini aku selalu menunggu kedatangannya. Setelah kejadian ini, siapa lagi yang akan aku tunggu di bawah pohon ini.
             Canda tawanya selalu bergema  ditelingaku. Siapa lagi yang akan menemani aku di perpus? Siapa lagi  yang akan menelponku saat aku kesepian? Air mata ini tak bisa terbendung. Aku duduk di jalan setapak ini. Jalan itu masih saja disini? Aku mengelus-elus jalan itu, aku menjatuhkan air mataku di atas jalan itu.
“Hay jalan, apa selama  ini kamu gak kesepian? Aku salut sama kamu, sekian lama sendiri tapi kamu gak kesepian. Kamu gak pernah megeluh seperti aku.”aku membaringkan tubuhku diatas jalan setapak itu. Seolah aku merasakan kesepian yang juga melanda jalan itu. Aku tak akan pernah melupakan kenangan indah di tempat ini bersama Leo dan aku tak akan melupakan jalan setapak dimana aku selalu menunggu kedatangan Leo. Meski raga Leo tak  dapat aku miliki tapi aku yakin hatinya masih menjadi miliku.